Langsung ke konten utama

Pengagas tanbihone original




Mengejar Cinta
          Ke atas awan.
  
                                                                                                                       PROFIL PENULIS
                                                                                                                Nama: Mukaromin Ma'ha
                                                                                                                Tempat lahir: pekalongan
                                                                                                                Tanggal lahir: 09 mei 1992
                                                                                                                    Add fb: omen Ma’ha

Ada setitik tinta kuning yang mendasari akan lahirnya TANBIHONE ORIGINAL selain wasiat dari K.H.Ahmad syadirin amin almarhum( salah satu mantan imam besaer ormas rifaiyah ) th 2009 yang memotifasi tentang perpustakan umum rifai'yah yang sempet tertorehkan dalam  ruwang  ispirasinya.
bla bla bla .. 

Omen dan malasy adalah sepasang kekasih yang serasi walaupun keduanya berasal dari keluarga yang jauh berbeda latar belakangnya. malasy berasal dari keluarga kaya raya dan serba berkecukupan, sedangkan keluarga Omen hanyalah keluarga seorang petani sederhana  yang menggantungkan kehidupannya pada hasil tanah yang di kelola keluarganya.
Dalam kehidupan mereka berdua, malasy sangat mencintai omen.
Malasy telah menghatam kan surat yusuf sebanyak 99 kali selama ia menjalani hubungan dengan Omen,di setiap satu kali hatam surat yusuf  iya menyelipkan do’anya dalam ujung penutup membaca surat yusuf, pada intinya iya selalu berdo’a agar iya bisa hidup bersama omen di hari tua kelak, menurut ijazah yang pernah iya dapat dari ustad ngajinya kalo seorang telah membacakan surat yusuf sebanyak 99 kali secara continue di peruntukan sang kekasihnya maka langit akan mendoakan hubungan mereka hinga kekal di halaman surga.
 Beberapa bait doa malesy untuk omen “Semoga kita selalu saling mengasihi satu sama lain”,”Semoga Tuhan melindungi hubungan kita dari bahaya”,”Semoga kita mendapatkan kehidupan yang bahagia”,dsb. Semua harapan itu telah disimbolkan dalam rangka 99 surat yusuf untuk omen.
Suatu hari malasy membaca surat yusuf yang ke 1000, di malam yang begitu sunyi hanya alunan nada nada cinta dari hayawan hayawan bumi yang saling taaruf pan ber dzikr kepada tuhanya ,malam itu pun malasy tidak seperti biasanya iya membuat momen malam itu dengan sangat bekitu sepesial, pukul 03.05 ia bangkit dari pembaringan dengan semangat mengambil air wudu dan memakai mukena yang pernah di kasih oleh omen yang pertama kali,mengambil al-Quran milik omen pula,sehinga malam itu iya sangat merasakan bekitu dekat dengan omen seolah olah sosok omen berada di sampingnya menemani tahajudtan malam itu.
Omen, ini suurat yusuf zulaikha yang ke 1000. Di malam ini aku mengharapkan adanya kejujuran dan keterbukaan antara aku dan kamu. Aku ingin segera engkao lamar karena semakin berjalanya waktu aku semakin takut akan datangnya sebuah cerita perpisahan yang tak ku harapkan seperti kisah yusuf yang di pisahkan dari hadapan zulaikha,  omen semoga engkao tau cinta ini akan ku jaga kesucianya seperti yusuf yang selalu menjaga kesucianya dari pandangan para wanita di kaum nya, hanya ridhonya lah yang ku harapkan,dan aku berharap kita akan segera menikah. Semoga kita dapat mencintai sampai kita menjadi kakek nenek dan sampai Tuhan memanggil kita berdua ! “
Saat mendengar malasy berkata demikian kepada orangtuanya, menangislah malasy, orang tuanya berkata kepada malasy:
sayang, senang sekali aku mendengar semua itu, tetapi perlu kamu ketahui mungkin saat ini yang ada di benak mu Cuma cinta suci,cinta sejati dan Cuma pertimbangan cinta, maka dari itu cobalah berfikir untuk masa depan mu,saat kelak kamu berkeluarga tidak hanya cinta tapi setatus perekonomi dan pendidikan perlu di baca juga, secara ekonomi gimana omen itu, sekarang biaya pendidikan di Indonesia sangatlah menculat mahal banget,mungkinkah anak petani kayak omen orangtuanya bisa membiayai sampe pendidikan ke jenjang perkuliahan?
Terus coba kamu rabah juga  usia kamu sama omen masih bisa di katakana seumur ego kalian pastinya kurang setabil untuk menjalani rumahtanga bersama.
Bisa di kemungkinkan kelak kalo kalian menikah omen juga belom mapan dalam perekonomian kan iya anak seorang petani.
Anak anak kalian mau di kasih makan apa coba? Makanya cobalah di fikir kembali keputusan konyol mu itu.
Saat itu pula angin laut menerpa tameng tamen ke yakinan malasy dengan heboh, di susul badai topan yang memorak porandakan cita citanya yang selama ini iya bangun menjadi gedung seribu surat yusuf, airmata pun tak mampu menetes ke belahan pipinya bukan karena tak kecewa namun kecewa yang sudah tak bisa di ungkapkan lagi dengan airmata.
Seribu umat seolah mendemo keputusan sang ibu yang telah menistakan cintanya hinga pikiranya terpenuhi profokasi profokasi yang saling ber sebrangan.
Seperti biasa di taman ibu kota segemek kedungwuni pekalongan iya berdua saling mengadu kasih merajut tali cintanya yang pada kendor dan rentang, di situpula iya sering menghabiskan waktu luangnya bersama omen sambil makan roti bakar kesukaan mereka berdua,
“Omen mungkin aku salah banget salah yang tak pantas untuk di maafkan oleh mu , kalo kamu masih sudi menjadi bagian hidup ku maka dengan berat hati aku ucapkan jadilah “SAHABAT KU” sekarang aku telah memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kita  apalagi sampe berfikir kita bisa melangkah ke jenjang pernikahan , menurut ibu  kita tidak mungkin bisa bersama kalo kita pengen bahagia , karena kita tidak hanya membutuhkan  cinta tapi kita membutuhkan kelayakan dalam masadepan ,mungkin aku bukan orang yang layak dalam  menemani sisa hidup mu, kita sama sama butuh uang dan kekayaan seperti kata orang tuaku!”
Saat mendengar itu omen pun bak disambar geledek. Ia kemudian mulai marah kepada malasy. Ia mengatai Sherly matre, orang tak berperasaan, kejam, dan sebagainya. Dan Akhirnya omen  meninggalkan malasy  menangis seorang diri.
Di titik inilah omen mulai memandang kea wan yang jauh di atas langit,iya terbakar semangatnya. Ia pun bertekad dalam dirinya bahwa ia harus sukses dan hidup berhasil. Sikap  dan tuturkata malasy yang bekitu menyayat hati iya dijadikan cambuk untuk maju dan maju.  
Cerita cinta  memang terkadang tak seperti apa yang di inginkan.
Ana urit , angta turid wallahu yafalu ma yurit itulah hukum alam  kita ber keinginan seperti apa kalo allah tidak berkehendak maka tak akan pernah juga keinginan kita terkabul.
Meskipun gagal dalam cinta tapi omen berharap takan lagi gagal dalam kesaksesan  lambat tahun ternyata iya di beri anugrah dapat meneruskan pendidikanya di STIK Kendal setelah sebentar iya mencecap ilmu di ponpes roudhotul mutaqin, disamping iya kuliah iya mengelola Butik  yang menyediakan batik khas pekalongan kini usaha omen  menunjukkan hasilnya.
Suatu hari omen pulang ke pekalongan berkeliling kota dengan yulia seorang gadis cantik jelita yang tak kalah jauh dengan malasy.
Saat di IBC ada acara pameran batik omen dan yulia mampir lihat lihat sekalian iya ada rencana mau beli lapak kios atau sekedar mau kontrak dulu sambil membaca keadaan pemasaran di sana, di IBC Tiba-tiba dilihatnya sepasang suami-istri tua tengah berjalan di depanya menuju arah pintu keluar . Suami istri itu kelihatan orangtua malasy omen mendekati dan menyapa orang tua tadi setelah berbincang bincan asik omen punya keinginan berkunjung kerumah malasy.
Bukanya omen masih cinta tujuanya ia kunjung hanya ingin sekedar mau silaturohmi dan melihat kabar keadaan malasy cos iya masih memegang teguh istilah “SAHABAT” yang pernah di lontarkan malasy saat itu.
Omen sangat terkejut ketika didapati orang tua malasy memjelaskan tentang kepergian malasy tanpa pamit,sebuah ratapan naluri seorang ibu yang muncul ketika merasakan  bertapa sedihnya kehilangan seorang buah hati yang amat di sayanginya. Omen pun sempet di ajak ke kamar malasy oleh sang ibu  di sudut ruangan di atas meja belajar yang biasa ia gunakan untuk menulis bait bait surat singkat untuk omen terdapat sebuah al-Quran yang dulu dikasihnya bersandingan tasbih putih.
Orang ibu pun berkata kepada omen :
”Nang, sekarang kami jatuh ke lembah kenistaan kami merasa sangat bersalah di hadapan allah karena kami tidak dapat menjaga amanah yang ia titipkan pada kami dengan baik. Ternyata Harta paling berharga adalah cinta dan cinta yang paling berharga adalah cinta dari orang yang kita sayangi, maka selaginya engkao memiliki cinta dari orang yang kao sayangi  jagalah cinta itu dengan baik , apalagi kalian berdua terlihat sangat serasi.
Orang tua malasy membuka rak baju dan menyerahkan sepucuk surat berwarna pink kepada omen.
Kemudian andre memasukan ke dalam kantong sakunya.
Memang rumah itu terasa seperti siub nan sepi setelah di tigal anak semata wayangnya.
omen, maafkan aku. Aku terpaksa membohongimu.
Ketika cinta tak direstui apakah kita harus melawan orang tua yang amat kita sayangi
Ketika harapan bersama mu semakin menipis hinga fikiran ini tak mampu lagi mempertahankan wujudnya.
Perlu kamu ketahui , disitulah aku orang yang paling mencintai mu  yang berkorban demi kebahagian mu dan ibu ku.
Mungkin  sangat tak berarti jika kita bahagia namun ibu sangat menderita.
Aku korbankan kebahagian ku untuk menebus jasa ibu yang telah membesarkan ku maka dari itu aku memutuskan hubungan kita, asal kamu tau itu bukan alasan ku menyakiti mu, perlu kamu tau juga aku telah menitipkan hadiah buat mu di taman langit semoga kelak kita di pertemukan di antara sudut sudut taman langit yang syahdu, seribu ayat yusuf telah ku bingkis rapih dengan ridhonya.
Semoga setelah kamu menerima surat ini kamu bisa memaafkan ku atas semua kisah cinta yang tak di restui itu , omen aku tetap mencintai mu sampai ayat ayat yusuf mempertemukan kita.
Tolong juga sampaikan pesan ku buat ibu ku aku minta maaf atas segalanya ,maaf  aku tak bisa menemaninya saat ia di usia tua seperti iya menemani ku saat ku balita
Aku juga sayang sama ibu meski pun jalan ini tak iya sukai mungkin dengan ini aku bisa lebih tenang.
Kalao ibu berkenang mewariskan bagian hartanya buat aku maka aku berharap bagian ku saya wakafkan untuk membuat perpustakan TANBIHONE ORIGINAL karena perpustakan inilah yang aku cita citakan bersama kamu”
Setelah membaca surat itu, menangislah omen. Ia telah berprasangka terhadap malasy begitu kejamnya. Ia pun mulai merasakan betapa hati malasy teriris-iris ketika ia mencemoohnya, mengatainya matre, kejam dan tak berperasaan. Ia merasakan betapa malasy kesepian seorang diri dalam kesakitannya hingga takdir derita yang iya tangung

Inilah Sebuah kisah Peribadi  yang memang saya bingkis buat temen temen pembaca
Semoga kita semua dapat mengambil hikmah dibalik Kisah Cinta omen dan malasy  tersebut, yang merupaka.          






                                    

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Setudio Fotografi Tanbihone Original (sanggar kesenian)

https://chat.whatsapp.com/79cfpy6dnNz3t23iCbd20O

Koko Tanbihone Original

Kaos Tanbihone original